Diterbitkan Pada :
Sat, 19 July 2025
Diterbitkan Oleh :
mujibrrahman

Ada yang Beda di SMPN 2 Tabang di Tahun Pelajaran 2025/2026

Tabang – Tahun Pelajaran 2025/2026 membawa warna baru di SMP Negeri 2 Tabang. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kini sekolah yang berada paling ujung di Kabupaten Kutai Kartanegara ini resmi menerapkan sistem pembelajaran full day school. Keputusan ini bukan sekadar perubahan teknis, tapi transformasi besar dalam budaya belajar dan layanan pendidikan di sekolah negeri yang kian menunjukkan geliat inovatifnya.

Proses menuju perubahan ini tidak serta-merta dilakukan. Sebelum keputusan final diambil, seluruh guru dan tenaga kependidikan dilibatkan secara aktif dalam forum rapat resmi sekolah. Dalam suasana yang terbuka dan demokratis, masing-masing menyampaikan pandangan, kekhawatiran, dan harapan mereka terhadap penerapan sistem full day. Kepala SMPN 2 Tabang, Markin, S.Pd., Gr., menyampaikan bahwa perubahan tidak akan berjalan mulus tanpa komitmen dan konsistensi seluruh elemen sekolah.

“Kita butuh bukan hanya kesiapan teknis, tapi tekad bersama. Komitmen dan konsistensi itu kunci. Ini bukan sekadar menambah jam, tapi meningkatkan kualitas layanan pendidikan kita,” tegasnya di hadapan dewan guru.

Pernyataan itu bukan hanya menjadi kata-kata, melainkan ditindaklanjuti dengan penandatanganan Lembar Komitmen Bersama oleh seluruh warga sekolah—simbol bahwa semua pihak siap memberikan yang terbaik untuk siswa.

Namun yang paling menarik perhatian adalah agenda penting yang akan digelar pada 28 Juli 2025 mendatang: Pertemuan Sekolah dan Orang Tua Siswa di Lamin Tabang. Pertemuan ini bukan hanya seremoni pembuka, tetapi titik tolak kolaborasi jangka panjang antara rumah dan sekolah. Di dalamnya akan digelar sesi parenting, sosialisasi SOP sekolah, serta pembagian peran antara orang tua dan pihak sekolah dalam proses pembentukan karakter dan akademik siswa.

Agenda utama dari pertemuan ini adalah penandatanganan Komitmen Bersama antara Sekolah dan Orang Tua, yang secara simbolis mengikat kedua belah pihak dalam visi pendidikan yang berkelanjutan, terarah, dan bermakna.

“Kami percaya, dukungan orang tua dan lingkungan adalah bahan bakar utama suksesnya pendidikan. Ini bukan kerja satu pihak. Ini kerja kolektif. Dan kami yakin, SMPN 2 Tabang mampu menjadi contoh sekolah berbasis kolaborasi dan komitmen,” pungkas Kepala Sekolah Markin,S.Pd.,Gr.

Perubahan ini mengundang rasa penasaran banyak pihak. Bagaimana implementasinya nanti? Seperti apa dampaknya bagi siswa, guru, dan orang tua? Jawabannya akan terungkap seiring waktu. Tapi satu hal yang pasti—SMPN 2 Tabang telah melangkah, dan langkah ini tidak main-main. Mereka sedang menyiapkan masa depan.

Berita

Berita Lainnya

Please select listing to show.

Berhasil Diperbarui!

Ups..!! Ada kesalahan.